Rabu, 11 Mei 2011

PENDAYAGUNAAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI BERBAGAI NEGARA


MAKALAH

                     
PENDAYAGUNAAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI BERBAGAI NEGARA



Disusun untuk memenuhi tugas mandiri individu Mata Kuliah Landasan Teknologi Pendidikan MTP-515.








         

DI SUSUN OLEH  :

Nama                         : CUCU ERNAWATI.

NIM                           :  55 2010 02

Program Studi : Magister Teknologi Pendidikan (MTP)
Masa Registrasi           : 2010.1




UNIVERSITAS ISLAM  AS- SYAFI’IYAH

PROGRAM PASCASARJANA

MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2011

,.KATA PENGANTAR

Puji serta syukur kami panjatkan kepada Rabb Sang Kreator Agung Allah SWT, shalawat beserta salam semoga terlimpah  kepada Nabi Muhammad SAW. Berkat rahmat dan inayah sang khaliq-lah,  saya  mencoba memformulasikan berbagai ide dan gagasan seputar teknologi pendidikan dalam bentuk makalah sederhana. Adapun judul dari makalah ini adalah “Pendayagunaan Teknologi Pendidikan diberbagai Negara”.
Makalah ringkas ini diharapkan dapat menjadi referensi dan  lompatan besar untuk perbaikan mutu pendidikan dimasa yang akan datang.
Akhirnya, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak dosen pembimbing yang tidak mengenal lelah mentransformasikan ilmu dan pengetahuan seputar teknologi pendidikan. Tak lupa kepada segenap rekan satu almamater, kami ucapkan terimakasih dan salam sukses atas interaksi yang telah terbangun selama ini. Kritik dan saran membangun adalah satu dari sekian banyak hal yang sangat kami harapkan tentunya. (Wassalam-Penyusun).




Cianjur,   April 2011.
Penulis









DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR............................................................................................... i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii

BAB I              PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang............................................................................ 1
B.   Tujuan Penulisan.......................................................................... 1

BAB II             KAJIAN PUSTAKA
A... Teknologi.................................................................................... 3
B. . Teknologi Pendidikan.................................................................. 3
C. . Negara........................................................................................ 4
D. . Pendayagunaan Teknologi Pendidikan.......................................... 5

BAB III           PEMBAHASAN
A.   Singapura.................................................................................... 6
B.   Vietnam...................................................................................... 9

BAB  IV          KESIMPULAN.............................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 14










BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang
Dalam rangka menciptakan sistem pendidikan nasional yang mantap berorientasi pada pencapaian tujuan pendidikan nasional, serta mampu menjawab tantangan masa kini dan masa depan, pendidikan nasional dewasa ini terus ditata dan dikembangkan. Reformasi pendidikan menjadi agenda pembangunan yang populer dilakukan dimana-mana, untuk menjawab tantangan tersebut. Kegiatan berikut ini selalu kita jumpai, di daerah-daerah di Indonesia : Pembangunan gedung sekolah dan pembangunan fasilitas lainnya, perbaikan kurikulum, perbaikan sistem evaluasi, peningkatan mutu dan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan lain, desentralisasi pengelolaan pendidikan, termasuk memberikan kewenangan kepada sekolah dalam pembuatan kebijakan dan pelaksanaannya, perbaikan mutu buku pelajaran, serta bahan pelajaran lainnya, peningkatan peran serta masyarakat, orang tua dan dunia swasta dalam pengelolaan pendidikan dan pendayagunaan teknologi serta pengelolaan pendidikan pada umumnya.
Untuk itu sebagai bahan pembanding dengan negara-negara lainnya dalam pendayagunaan teknologi pendidikan maka judul dari makalah ini adalah “ Pendayagunaan Teknologi Pendidikan Diberbagai Negara” namun yang akan dipaparkan dalam pembahasan ini hanya dua Negara saja mengingat keterbatasan saya dalam penulisan makalah ini, untuk itu mohon kritik dan saran untuk penulisan selanjutnya.

B.        Tujuan Penulisan
1.         Tujuan secara umum
Mendapatkan bahan pembanding dalam melaksanakan reformasi pendidikan dalam pendayagunaan teknologi pendidikan..


2.         Tujuan secara khusus
Tujuan secara khusus penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Landasan Teknologi Pendidikan dengan kode MTP-515.



























BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.        Teknologi
Sebelum kita membahas tentang pendayagunaan teknologi, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu pengertian teknologi. Mengingat kebanyakan orang berpikir bahwa “teknologi” hanya yang berkaitan dengan mesin atau alat-alat elektronik. Oleh karena itu, berikut ini akan dikemukakkan pengertian teknologi.
Pengertian dasar teknologi. Menurut Nasution (1995) istilah teknologi berasal dari bahasa Yunani yaitu technologia yang menurut Webster Dictionary berarti Systematic treatment atau penanganan sesuatu secara sistematis, sedangkan techne sebagai dasar kata teknologi berarti art, skill, science atau keahlian, keterampilan, ilmu.
Pengertian umum dari teknologi menurut para ahli seperti : Finn, 1960- “Selain diartikan sebagai mesin, teknologi bisa mencakup proses, sistem, manajemen, dan mekanisme pantauan, baik manusia itu sendiri atau bukan”. Lain halnya menurut Simon, 1983- “teknologi sebagai disiplin rasional, dirancang untuk meyakinkan manusia akan keahliannya menghadapi alam fisik atau lingkungan melalui penerapan hukum atau aturan ilmiah yang telah ditentukan.

B.        Teknologi Pendidikan
Rumusan tentang pengertian teknologi pendidikan telah mengalami perubahan, sejalan dengan sejarah dan perkembangan dari teknologi pendidikan itu sendiri. Seperti definisi AECT 1972  berupaya merevisi definisi yang sudah ada (1963, 1970, 1971), dengan memberikan rumusan sebagai berikut : “Teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang berkepentingan dengan memfasilitasi belajar pada manusia melalui usaha sistematik dalam : identifikasi, pengembangan, pengorganisasian dan pemanfaatan berbagai macam sumber belajar serta dengan pengelolaan atas keseluruhan proses tersebut”. Definisi ini didasari semangat untuk menetapkan komunikasi audio-visual sebagai suatu bidang studi. Ketentuan ini mengembangkan gagasan bahwa teknologi pendidikan merupakan suatu profesi.
Sementara definisi AECT 1977 “Teknologi pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana, dan organisasi untuk menganalisis masalah, merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia”. Definisi AECT ini berusaha mengidentifikasi sebagai suatu teori, bidang dan profesi. Definisi sebelumya, kecuali pada tahun 1963, tidak menekankan teknologi pendidikan sebagai suatu teori.

C.        Negara
Negara adalah suatu daerah atau wilayah yang ada di permukaan bumi di mana terdapat pemerintahan yang mengatur ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya. Di dalam suatu negara minimal terdapat unsur-unsur negara seperti rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat serta pengakuan dari negara lain.
Pengertian Negara berdasarkan pendapat para ahli :
-      Roger F. Soltau               :    Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.
-      Georg Jellinek                  :    Negara merupakan organisasi kekuasaan dari kelompok manusia yang telah berdiam di suatu wilayah tertentu.
-      Prof. R. Djokosoetono    :    Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.



D.       Pendayagunaan Teknologi Pendidikan
Berbagai upaya, yang telah dilakukan, sedang dilakukan dan akan terus dilakukan yang merupakan salah satu bentuk inovasi yang harus diyakini sebagai salah satu cara yang strategis untuk mengatasi masalah pendidikan yang kompleks di daerah, negara dan bangsa .

























BAB III
PEMBAHASAN

Mengetahui pendayagunaan teknologi pendidikan di tempat negara lain sedikitnya akan memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih luas kepada kita mengenai sejauh mana kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dan kendala-kendala dalam pendayagunaan teknologi pendidikan di negara lain, yang kemudian dapat dijadikan bahan perbandingan dalam pendayagunaan teknologi pendidikan di Indonesia. Selain itu, berkaitan dengan perkembangan yang terjadi dewasa ini, seorang guru dituntut memiliki wawasan kependidikan secara internasional atau global.
Untuk itu dalam pembahasan ini akan memaparkan pendayagunaan teknologi pendidikan di berbagai negara, yang sengaja dikutif dari Dewi Salma Prawiradilaga & Eveline Siregar dalam Mozaik teknologi Pendidikan (2008) diantaranya :

A.    Singapura
Singapura relative lebih maju dibandingkan dengan Negara lain di Asia Tenggara dalam pendayagunaan teknologi informasi. Dengan 500.000 siswa dan 23.000 guru di 370 sekolah, mereka sadar betul bahwa kesejahteraan bangsa terletak pada kualitas orang-orangnya, komitmen mereka pada Negara dan masyarakat, kemauan mereka untuk berusaha dan tahan banting, kemampuan mereka untuk berfikir, berprestasi dan menang. Masa depan Singapura tergantung upaya mereka memperbaharui dan meregenerasi kepemimpinan dan kewarganegaraan mereka, membangun berdasarkan pengalaman masa lampau, belajar dari lingkungan yang ada dan mempersiapkan generasi yang tangguh dalam menjawab tantangan masa depan. Generasi yang akan datang tergantung pada bagaimana anak-anak dibesarkan di rumah dan dididik di sekolah. Oleh karena itu Singapura menaruh perhatian yang amat serius pada pendidikan. Mereka yakin betul bahwa kini tidak lagi cukup membekali anak-anak dengan solusi-solusi lama yang telah ada selama ini tetapi haruslah dengan pengetahuan dan kemampuan serta nilai-nilai yang memungkinkan mereka memecahkan masalah yang akan mereka hadapi di masa mendatang.
Misi Departemen Pendidikan Singapura adalah menciptakan masa depan bangsa karena dengan membentuk manusia yang akan menentukan masa depan bangsanya. Departemen Pendidikan memberikan pendidikan yang berimbang dan paripurna, mengembangkan setiap anak dan individu ke potensi mereka yang maksimal dan membimbing mereka menjadi warga negara yang baik, sadar akan tanggung jawab mereka kepada keluarga, masyarakat, dan negaranya. Karena mereka yakin betul bahwa kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan belajar amatlah penting bagi masa depan maka visi pendidikan di Singapura adalah Thinking School, Learning Nation. Visi ini, yang secara resmi diberlakukan pada tahun 1997, diyakini akan membawa Singapura menjadi bangsa yang berfikir dan memiliki warga negara yang siap serta mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan dan kesejahteraan Singapura.
Untuk teknologi komunikasi dan informasi, dengan penekanan pada computer, tidak lagi pada radio dan TV, digunakan secara luas untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan belajar mandiri. Program-program berbasis computer telah digunakan di sekolah untuk mempersiapkan siswa-siswa menghadapi tantangan abad 21.
Rencana induk pendayagunaan teknologi informasi di pendidikan telah mereka susun. Rencana ini merupakan cetak biru bagi pemanfaatan teknologi informasi di sekolah-sekolah dan memberikan akses ke lingkungan sekolah yang diperkaya dengan teknologi informasi kepada setiap anak. Teknologi informasi digunakan untuk membekali generasi muda dengan kemampuan berkomunikasi yang diyakini sangat strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang unggul untuk masa depan.


Tujuan rencana induk tersebut adalah untuk:
-         meningkatkan hubungan antara sekolah dengan dunia sekitar. Guru dan murid bisa berkomunikasi dan berkolaborasi dengan lembaga lain sehingga memungkinkan mereka untuk memperluas perspektif di lingkungan yang semakin global ini;
-         melahirkan kegiatan-kegiatan yang inovatif di pendidikan. Strategi belajar-mengajar yang baru akan membuka kemungkinan baru bagi kurikulum dan penilaiannya. Sekolah-sekolah memiliki kebebasan untuk memanfaatkan sumber-sumber berbasis teknologi informasi;
-      meningkatkan berfikir kreatif, belajar sepanjang hayat dan tanggung jawab sosial. Strategi belajar yang menggunakan teknologi informasi akan membantu mengembangkan kemampuan setiap anak untuk berfikir secara inovatif dan luwes, untuk bekerja sama satu sama lain dan untuk membuat keputusan yang bisa diterima akal sehat; dan
-         untuk meningkatkan efisien serta efektivitas pengelolaan pendidikan.

Untuk mencapai semua tujuan tersebut di atas empat strategi berikut ini  ditempuh oleh  Singapura;
-         Pada dimensi kurikulum dan penilaian, mereka upayakan perimbangan antara perolehan pengetahuan faktual, penguasaan konsep dan keterampilan. Setiap anak diarahkan untuk aktif dan mampu belajar mandiri, sementara penilaian juga akan mengukur kemampuan siswa dalam mendapatkan informasi, berfikir dan berkomunikasi;
-         Pengembangan perangkat lunak pendidikan digalakkan untuk memenuhi tuntutan kurikulum, pemanfaatan sumber belajar Internet dalam belajar mengajar dipermudahan, sementara pengadaan perangkat lunak pendidikan bagi sekolah diperlancar dan diusahakan sampai ke sekolah tepat waktu;
-         Dari segi gurunya, setiap guru dilatih dalam memanfaatkan teknologi informasi. Guru-guru inti yang akan melatih guru lainnya dibekali dengan kemampuan dasar pendayagunaan teknologi informasi di kelas dan tak lupa melibatkan perguruan tinggi serta kalangan industri sebagai partner;
-         Infrastruktur teknologi dan fisik secara terus-menerus mereka tingkatkan sehingga mampu memberikan rasio siswa; komputer menjadi 2 : 1, memberikan akses ke teknologi informasi untuk menunjang semua pelajaran di sekolah, mengusahakan rasio guru; komputer juga 2 : 1, dan menghubungkan semua sekolah lewat Wide Area Network (WAN) serta memberikan layanan multi-media berkecepatan tinggi.

B.    Vietnam
Pemerintah Vietnam telah bertekad untuk mencapai tujuan jangka panjangnya, mewujudkan Vietnam sebagai Negara industri pada tahun 2020. Untuk itu pendidikan dan pelatihan menjadi prioritas utama dalam agenda nasional mereka karena diyakini bahwa pendidikan dan pelatihan di samping ilmu dan teknologi merupakan faktor kunci pembangunan ekonomi dan masyarakat Vietnam. Dengan jumlah penduduk sebanyak 81,6 juta orang, selama ini disadari bahwa mutu dan kesempatan belajar merupakan salah satu masalah utama pendidikan di sana. Secara bertahap tingkat pendidikan warga masyarakatnya akan ditingkatkan dengan target sasaran wajib belajar SD tuntas pada tahun 2000, SLTP pada tahun 2010 dan SLTA pada 2020. Untuk itu salah satu upaya yang mereka lakukan adalah mendayagunakan teknologi untuk pendidikan, mulai dari radio, TV, hingga komputer dan internet.
Dari 4 saluran TV yang ada, saluran kedua (VTV2) yang disiarkan melalui satelit Thai (Thaicom) digunakan untuk pendidikan. Walaupun Radio Nasional Vietnam didirikan pada tahun 1945 namun pendayagunaannya untuk pendidikan khususnya pendidikan jarak jauh baru dimulai tahun 1960.
Sejak berdirinya Universitas Terbuka Hanoi dan Ho Chi Minh pada tahun 1993 pendayagunaan radio dan TV untuk pendidikan semakin meningkat walaupun media cetak masih tetap menjadi media utama penyampaian materi pelajaran.  Ada dua macam program yang disiarkan: program tanpa gelar, seperti ekonomi, bahasa asing, pertanian bahasa Vietnam, turisme, dan lain-lain; dan program gelar seperti misalnya businnesmanagement, akuntansi, bahasa asing, dan computing. Sampai saat ini lebih dari 6000 program dengan masa putar @ 20 menit telah diproduksi dan disiarkan. Kecuali kedua perguruan tinggi tersebut perguruan tinggi lain juga yang menawarkan kuliah jarak jauh lewat TV untuk mata pelajaran tertentu seperti misalnya pelajaran bahasa asing.
Vietnam juga telah memiliki Action Plan Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan informasi untuk periode 2001-2005.
Rencana ini terfokus pada pengintegrasian teknologi komunikasi dan informasi ke dalam proses belajar-mengajar di sekolah sejak jenjang SD hingga Sekolah Lanjutan. Lembaga yang menangani pendayagunaan teknologi komunikasi dan informasi di Vietnam adalah Pusat Teknologi Informasi (Center for Information Technologi) di bawah  Departemen Pendidikan dan Pelatihan (Ministry of Education and Training). Tugas pokoknya adalah untuk mengembangkan teknologi pendidikan di tingkat nasional, memimpin proyek jaringan pendidikan nasional dan bekerja sama dengan semua unit di Departemen Pendidikan dan Pelatihan khususnya berkaitan dengan teknologi komunikasi dan informasi.
Kerangka pembangunan masyarakat dan ekonomi Vietnam memberikan peranan strategis pada teknologi komunikasi dan informasi (ICT) dalam mempercepat peralihan Vietnam menjadi masyarakat berbasis pengetahuan dan mengantarkan negeri ini memasuki ekonomi global. Beberapa kebijakan strategis telah diambil sejak beberapa tahun terakhir ini untuk mencapai target dan tujuan teknologi komunikasi dan informasi selama periode 2001-2010. Arah Kebijakan (Policy Directive) nomor 58 adalah salah satu dokumen penting yang dikeluarkan oleh Partai Komunis Vietnam (CVP) bulan Oktober 2000 yang lalu. Dokumen ini memberikan rujukan kebijakan resmi pemerintah untuk merencanakan dan melaksanakan program-program yang mengarah pada pencapaian tujuan pengembangan dan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi berikut;
-     menciptakan lingkungan yang memungkinkan penggunaan dan pengembangan teknologi  komunikasi dan informasi untuk menunjang modernisasi;
-     menjamin digunakannya secara meluas dan efisien teknologi komunikasi dan informasi  di semua sektor;
-     mengembangkan jaringan informasi nasional untuk mencapai tingkatan global baik dalam hal cakupan, mutu maupun biaya;
-     mengembangkan sumber daya manusia untuk menunjang pengembangan dan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi; serta
-     mengembangkan industri teknologi komunikasi dan informasi sebagai ujung tombak sektor ekonomi yang dapat memberikan kontribusi pada pertumbuhan GDP.

Untuk melaksanakan arahan tersebut sejumlah keputusan pemerintah telah dikeluarkan, termasuk pembentukkan Komisi Pengarah Teknologi Komunikasi dan Informasi Antar Departemen yang bertugas mengembangkan Rencana Induk Teknologi Komunikasi dan Informasi Nasional (2001-2005) di atas. Kecuali itu pemerintah telah pula menetapkan terget teknologi komunikasi dan informasi untuk 2005 yang terdiri dari 4 kawasan program pemerintah yang menitik beratkan pada industri teknologi informasi sebagai berikut;
-         pengembangan sumber daya manusia teknologi informasi;
-         pengembangan industri perangkat lunak; dan
-         pengembangan industri perangkat keras.
Di tingkat departemen dan provinsi Rencana Kerja pengembangan teknologi komunikasi dan informasi juga telah dirumuskan seperti misalnya Rencana Induk IT untuk e-commerce (Departemen Perdagangan), Rencana Induk IT untuk Pendidikan dan Pelatihan (Departemen Pendidikan dan Pelatihan), Rencana Induk Telekomunikasi (Departemen Science dan Telekomunikasi) dan Rencana Induk untuk Pertanian dan Pembangunan Pedesaan (Departemen Pertanian dan Pembangunan Masyarakat Desa).
Untuk menggalakan sector IT yang relative masih muda ini di Vietnam, pemerintah memberikan dukungan kuat, disamping landasan-landasan legal pengembangan dan pendayagunaan teknologi komunikasi dan informasi juga memberikan insentif pajak serta subsidi pada perusahaan-perusahaan IT serta industri perangkat lunak. Taman-taman IT dan perangkat lunak dibangun di mana-mana di seluruh negeri.
Sumber daya manusia juga disadari amat penting dalam pengembangan dan pendayagunaan teknologi komunikasi dan informasi. Reformasi pendidikan menargetkan kapasitas teknologi informasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi sampai tahun 2005. Menyadari mutu pendidikan dan pelatihan belum mampu memenuhi tuntutan perkembangan sosial ekonomi yang ada pemerintah akan meningkatkan infrastruktur Internet termasuk pemberian akses ke seluruh perguruan tinggi dan 70% dari Sekolah Lanjutan pada tahun 2005.
Departemen Pendidikan dan Pelatihan memandang penggunaan IT sebagai alat belajar-mengajar yang mampu memberikan kemampuan berfikir inovatif, memecahkan masalah secara mandiri, mencari serta memproses informasi dalam rangka perwujudan belajar sepanjang hayat bagi semua. Untuk itu Rencana Induk Departemen Pendidikan dan Pelatihan telah menggariskan penyempurnaan kurikulum dan metode mengajar, pengembangan infrastruktur dan jaringan komputer serta pengembangan materi lokal untuk menunjang pengembangan sistem pendidikan.
Vietnam memiliki 20.000 lembaga pendidikan, 10.000 SD, 5000 SLTP, 1500 SLTA di Vietnam dengan jumlah siswa sekitar 22 juta orang. Pada saat ini ada 20.000 lulusan perguruan tinggi dalam bidang IT sementara itu setiap tahunnya dihasilkan 2500 lulusan dari 20 perguruan tinnggi jurusan IT di negeri ini. Namun jumlah tersebut ternyata masih di bawah target pemerintah yang mengharapkan bahwa pada tahun 2005 mereka memiliki 50.000 tenaga professional IT.


BAB  IV
KESIMPULAN

Karena keterbatasan waktu dan tempat sehingga tidak dapat memafarkan pendayagunaan teknologi pendidikan secara detail di berbagai negara dan hanya dua negara saja yang dapat dipaparkan, namun dari uraian sekilas tadi jelas telihat bahwa setiap negara berusaha meningkatkan mutu sumber daya manusia dan bangsanya dalam memasuki era persaingan global melalui pendidikan.
Terlepas dari perkembangan ekonomi, setiap negara berusaha mendayagunakan teknologi pendidikan untuk meningkatkan mutu serta memperluas kesempatan belajar dengan istilah yang bervariasi; teknologi pendidikan, teknologi komunikasi dan informasi, teknologi informasi. Jenis teknologi yang digunakan di berbagai negara juga bervariasi sesuai dengan kebutuhan serta kondisi yang ada mulai dari yang sederhana hingga yang canggih.
Teknologi apa pun yang dipakai sistem pendidikan yang terencana baik serta responsif akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi upaya pendayagunaan teknologi untuk pendidikan tersebut.











DAFTAR PUSTAKA

Bambang       Warsita. (2008). Teknologi Pembelajaran dan aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Deni            Darmawan, M.Si. dkk. Dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi
                     UPI  PRESS.

Dewi  S. Prawiradilaga dan Eveline Siregar. (2004). Mozaik Teknologi Pendidikan.Jakarta: UNJ bekerjasama dengan Kencana.

http//bocaherror.wordpress.com

jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/510893110.pdf

Miarso,         Yusufhadi. (2004). Menyemai benih Teknologi Pendidikan. Jakarta Pustekkom Diknas bekerjasama dengan Kencana.




 

Blogger : cucuernawati.blogspot.com




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar